Pembinaan dan Meningkatkan Pemahaman Bersosial Berbasis Nilai Agama Islam bagi Generasi Muda di Desa Kaliwedi

Authors

  • hisyam Nur Institut Pesantren Babakan Cirebon

Keywords:

Pembinaan; Nilai Islam ; Sosial.

Abstract

Generasi muda di era globalisasi menghadapi tantangan degradasi nilai-nilai sosial akibat pengaruh modernisasi dan individualisasi. di Desa Kaliwedi, fenomena melemahnya sikap gotong royong, toleransi, dan kepedulian sosial di kalangan pemuda memerlukan intervensi pembinaan berbasis nilai agama Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi pemahaman bersosial generasi muda, merancang dan mengimplementasikan program pembinaan komprehensif, mengevaluasi efektivitas program, serta merumuskan model pembinaan yang dapat direplikasi. Metode Participatory Action Research (PAR) diterapkan selama enam bulan melibatkan 60 peserta usia 15-30 tahun melalui berbagai pendekatan: ceramah interaktif, diskusi kelompok terfokus, pembelajaran berbasis pengalaman, mentoring, dan integrasi teknologi digital. Evaluasi menggunakan CIPP model dengan instrumen pre-test, post-test, observasi partisipatif, dan wawancara mendalam. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek kognitif (42%), afektif (rata-rata 34%), dan psikomotorik dengan 78% peserta konsisten terlibat kegiatan sosial. Program menghasilkan efek multiplier menjangkau 590 orang dan membentuk komunitas pemuda peduli sosial yang berkelanjutan. Novelty penelitian terletak pada integrasi holistik tiga domain pembelajaran, model hybrid learning, community-based mentoring, dan kontekstualisasi nilai Islam dengan isu kontemporer. Program ini memberikan kontribusi praktis bagi pembangunan karakter generasi muda religius dan kontribusi teoretis dalam pengembangan pendidikan Islam kontekstual.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alfieri, L., Brooks, P. J., Aldrich, N. J., & Tenenbaum, H. R. (2011). Does discovery-based instruction enhance learning? Journal of Educational Psychology, 103(1), 1–18. https://doi.org/10.1037/a0021017

Amin, M. M. (2016). Konsep pendidikan akhlak menurut Al-Ghazali dan implementasinya dalam pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Islam, 5(2), 245–268.

Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (Eds.). (2001). A Taxonomy for Learning, Teaching, and Assessing: A Revision of Bloom’s Taxonomy of Educational Objectives. Longman.

Aziz, A. (2017). Karakteristik sosial budaya masyarakat pedesaan dan pembinaan generasi muda. Jurnal Sosiologi Pedesaan, 8(1), 112–128.

Berkowitz, M. W., & Bier, M. C. (2005). What works in character education: A research-driven guide for educators. Character Education Partnership.

Campbell-Barr, V. (2019). Interpretations of child-centred practice in early childhood education and care. Compare: A Journal of Comparative and International Education, 49(2), 267–283. https://doi.org/10.1080/03057925.2017.1401452

Kail, R. V, & Cavanaugh, J. C. (2016). Human Development: A Life-Span View (6th ed.). Cengage Learning.

Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Prentice Hall.

Lave, J., & Wenger, E. (1991). Situated learning: Legitimate peripheral participation. Cambridge University Press.

Lawal, L., Gidari-Wudil, T. S., & Adedeji, F. (2025). Implementation of telecommunication corridor on infrastructure rollout. International Journal of Information and Communication Sciences. https://doi.org/10.11648/j.ijics.20251001.13

Lickona, T. (2013). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. Bantam Books.

Mahmud, A., & Priatna, T. (2020). Pembinaan karakter remaja berbasis masjid di era digital. Jurnal Komunikasi Dan Pendidikan Islam, 11(1), 45–63.

Mukhlisin, M., Sofy, M., Hadi, D. S., & Uspitawati, U. (2023). Nilai-Nilai Keislaman pada Pendidikan Ketarunaan (Studi terhadap SMK Pelayaran Buana Bahari Cirebon). Al-Fikri: Jurnal Studi Dan Penelitian Pendidikan Islam, 6(1), 33–52.

Mukhlisin, M., Yuniawati, R. I., & Atsa’lawi, A. (2023). The Implementation of Prophet’s Character Education at Al-Multazam II. EduMasa: Journal of Islamic Education, 1(1), 13–23.

Mukhlisin Mukhlisin; Malik Sofy; (2025). Kultur pesantren. Intake Pustaka. https://scholar.google.co.id/citations?view_op=view_citation&hl=id&user=G5P_PZYAAAAJ&citation_for_view=G5P_PZYAAAAJ:3fE2CSJIrl8C

Mukhlisin Mukhlisin; Malik Sofy; Deden Purbaya, A. R. (2024). Implementasi Nilai Pendidikan Sosial dalam Rukun Islam di Pondok Pesantren Miftahussa ’ adah Sindangbarang. 31–42.

Mustofa, I. (2019). Model pembinaan generasi muda di pedesaan: Tantangan dan solusi. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 7(2), 189–206.

Nasrullah, R. (2015). Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Simbiosa Rekatama Media.

Nurjanah, S., & Hakim, L. (2021). Peran pendidikan agama dalam meningkatkan kompetensi sosial generasi milenial. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 14(1), 34–52.

Santosa, B. (2018). Pergeseran nilai sosial masyarakat pedesaan di era globalisasi. Jurnal Kajian Budaya Dan Masyarakat, 6(1), 67–84.

Suryadi, A., & Budimansyah, D. (2016). Pembinaan karakter remaja melalui pendekatan religius. Jurnal Ilmu Pendidikan, 13(2), 145–162.

Syahputra, H. (2020). Manusia Dalam Pandangan Filsafat. Al-Hikmah: Jurnal Theosofi Dan Peradaban Islam, 2(1). https://doi.org/10.51900/alhikmah.v2i1.7601

Tafsir, A. (1994). Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam. Remaja Rosdakarya.

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Harvard University Press.

Zubaedi. (2019). Desain pendidikan karakter: Konsepsi dan aplikasinya dalam lembaga pendidikan. Kencana.

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Nur, hisyam. (2025). Pembinaan dan Meningkatkan Pemahaman Bersosial Berbasis Nilai Agama Islam bagi Generasi Muda di Desa Kaliwedi. SOCIETY: Jurnal Pengabdian Kepada Madyarakat, 1(2), 92–104. Retrieved from https://society.intakepustaka.com/index.php/society/article/view/14

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.